Sunday, March 13, 2022

Langkah Airlangga Hartarto Untuk Mencapai Keberhasilan Ekonomi di Indonesia

Tags

 

Airlangga Hartato

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Capres 2024 menjelaskan beberapa data dan indikator yang menjadi dasar penetapan target pertumbuhan ekonomi tahun ini di Indonesia yaitu sebesar 5,2%. 


Tingkat Pertumbuhan di Indonesia

Hal ini diawali dengan tingkat pertumbuhan 3,69% yoy (year on year) pada tahun 2021 dan pandemi COVID-19 yang semakin terkendali sejauh ini, prakiraan tersebut didukung oleh sejumlah sektor yang tetap tumbuh selama pandemi, antara lain manufaktur, pertanian, pertambangan, konstruksi, serta informasi dan komunikasi. 


Pada saat yang sama, semua sektor ekspor meningkat pada Januari 2022 dengan total peningkatan hingga 25,3%. Pernyataan Airlangga Hartarto saat memberikan arahan saat Rapat Kerja Kementerian Perdagangan tahun 2022 secara virtual, 10 Maret, Kamis adalah dengan munculnya situasi ini tentu saja menunjukkan bahwa struktur ekspor di Indonesia sudah mulai bergeser dari komoditas berbasis komoditi primer menjadi komoditas berbasis industri.


Pemerintah juga telah memutuskan untuk terus mendorong pemulihan ekonomi nasional di tahun 2022 sebesar 5,2% dan memonitor risiko baik secara global maupun domestik untuk menghindarinya dan mencari solusi yang tepat. 


Pada saat yang sama, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terus dilanjutkan dan implementasi difokuskan pada dukungan langsung kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan perlindungan sosial. Bukan hanya itu saja, pelaksanaan program PEN juga akan membantu mendorong kinerja UMKM dan koperasi melalui insentif usaha dan dukungan finansial.


Menurut Ketua Umum Partai Golkar, untuk Pagu KUR tahun ini berhasil naik mencapai 30% dibandingkan dengan tahun lalu dan suku bunga ditopang 3% hingga akhir tahun. Ini merupakan peluang yang baik untuk mendorong perekonomian bagi usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia yang menurut data sebagian besar bergerak di sektor komersial. 


Transformasi Ekonomi di Indonesia

Selain itu, dikatakan pada tahun 2022, pemerintah akan melanjutkan transformasi ekonomi dan reformasi struktural, terutama dalam penerapan undang-undang penciptaan lapangan kerja. Menko Airlangga mengatakan pemerintah fokus pada sumber daya manusia yang berdaya saing, meningkatkan produktivitas industri dan mendorong ekonomi berbasis hijau.


Konversi digital juga terus didorong oleh Making Indonesia 4.0. Hal ini disebabkan oleh perubahan perilaku masyarakat dalam pandemi cenderung menggunakan teknologi digital yang sudah serba cepat dan praktis, menyebabkan perkembangan lebih cepat dalam transaksi digital. 


Menurut penjelasan dari calon presiden dalam pemilihan pada tahun 2024 ini, pemerintah melihat peluang bahwa pertumbuhan ekonomi berbasis digital ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena dalam proses pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi covid-19 di bidang digital terus tumbuh.


Ini juga tentunya karena masyarakat sekarang ini sudah lebih menyukai transaksi secara digital karena serba mudah dan praktis yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja yang tentunya juga membantu mendukung kehidupan masyarakat sehari-hari selama masa pandemi covid-19. Ini juga yang menjadi faktor yang mendukung peningkatan pertumbuhan berbasis digital di era serba modern ini. 


Koordinasi yang kuat sangat penting dibutuhkan untuk menanggapi berbagai tantangan ekonomi pada tahun 2022 ini. Respons cepat dari semua pihak tentunya dibutuhkan untuk menjaga pemulihan ekonomi nasional yang tentunya menjadi tujuan negara kita. 


Airlangga Hartarto berharap bahwa kebijakan bisnis dapat terus diperbaiki dan dapat terus dilanjutkan dan diperbaiki ke arah yang lebih baik dan bersinergi dengan kementerian lain sehingga dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hingga mencapai keberhasilan ekonomi di Indonesia yang diharapkan.



EmoticonEmoticon