Wednesday, January 12, 2022

Melihat Kualitas Pita untuk Barcode Lebih Dalam

Tags

 

Ribbon Barcode 2


Tentu kamu pernah melihat adanya  barcode pada produk yang kamu beli. Barcode ini berisi informasi mengenai produk tersebut yang nantinya akan terbaca ketika dipindai dengan alat khusus, barcode scanner. 


Tanpa memiliki barcode yang jelas, konsumen akan kurang tertarik pada produk. Sedangkan produk yang memiliki barcode, dinilai lebih terpecaya dan lebih baik. Untuk mencetak barcode pada produk ini diperlukan alat lain yakni printer label barcode yang menggunakan ribbon barcode khusus.


Jadi apa itu ribbon pada barcode?

Ribbon pada barcode ini merupakan sebuah alat yang memiliki fungsi sebagai pemberi warna dalam cetakan label. Warna pada barcode ini juga memiliki beberapa jenis yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan kamu.


Jenis-Jenis Barcode

Berbicara soal jenis-jenis barcode, ada beberapa jenis yang bisa kamu temui di pasaran, seperti:


1. Ribbon Resin

Dari sekian jenis ribbon, jenis ribbon resin adalah yang paling memiliki ketahanan tinggi. Jika kamu menggunakan jenis ini, warna pada barcode akan lebih tajam dan bagus. Selain itu, jenis ribbon resin akan membuat cetakan barcode menjadi tahan lama termasuk tahan pada panas dan air. 


Pada jenis ini, warna lapisan karbon keabu-abuan. Kamu bisa menggunakan barcode ini untuk barang yang penyimpanannya lebih dari 5 tahun. Ketika berada di kondisi panas, lembab, ataupun hangat, kamu tidak perlu khawatir karena warna akan tetap bertahan lama. Cetakan warna pada ribbon resin tidak mudah luntur. Tentunya hal ini juga dipengaruhi bahan apa yang digunakan pada cetakan.


2. Ribbon Wax – Resin

Ribbon jenis ini merupakan jenis yang berada pada taraf sedang baik kualitas ataupun kuantitas. Cetakan warna yang dihasilkan akan bertahan dari goresan untuk waktu yang cukup lama. Cetakan setidaknya akan mampu bertahan kurang lebih hingga 2 tahun.


Warna pada lapisan karbon hitam tapi kurang pekat. Ketahanan dari ribbon wax – resin dipengaruhi juga oleh bagaimana cara penyimpanan termasuk suhu pada lingkungan. Jadi, produk yang satu ini relative lebih cocok untuk digunakan pada produk yang masa keawetannya kurang dari 2 tahun. 


3. Resin Wax

Jenis resin ini yang paling terjangkau dari segi harga. Sekalipun demikian, ribbon wax memiliki ketahan yang cukup baik yakni dapat mecapai kurang lebih 6 bulan.


Warna lapisan yang dihasilkan adalah hitam pekat dan mengkilat. Kualitas cetak yang dihasilkan juga terbilang baik dan jelas untuk dibaca. Berapa lama barcode bisa bertahan juga tergantung cara penyimpanan. Jika kamu memiliki produk seperti makanan atau minuman dan produk lain yang masa penyimpanannya kurang dari 6 bulan, barcode jenis ini sangat dianjurkan karna dari harga yang relative paling terjangkau dari jenis yang lain. 


Dari ketiga jenis barcode tentu saja memilki perbedaan dari segi kualitas ataupun kuantitas. Ketiganya bisa kamu pakai sesuai dengan apa yang kamu butuhkan. 


Untuk mendapatkan ribbon barcode terbaik dengan pelayanan yang sangat mudah dan cepat, kamu bisa membelinya di KDSLABEL yang merupakan perusahaan percetakan yang juga menjual ribbon yang bisa kamu akses pada link berikut https://kdslabel.co.id/id/produk/category/thermal-transfer-ribbon dan silakan pilih jenis ribbon mana yang paling sesuai untukmu. 

Wednesday, January 5, 2022

Kesulitan Untuk Berbuat Amal? Berikut Tipsnya Dengan Donasi Online

 

Donasi Online

Amal atau sedekah sebenarnya merupakan salah satu kegiatan yang bisa dilakukan oleh setiap orang. Kebutuhan sosial dapat dipenuhi dengan berbagi kebaikan dengan orang lain dan lingkungan. Zakat, amal atau jenis sumbangan sosial lainnya ketika Anda berbagi penghasilan Anda dengan orang lain. Namun bagaimana jika Anda sedang merasa kesulitan untuk berbuat amal? Berikut tipsnya. 


Tips Bagi yang Kesulitan Beramal

Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa orang yang senang berkorban kepada orang lain atau lingkungan lebih puas dengan kehidupannya. Memberi membuat orang lebih bahagia. Namun, kebutuhan untuk berbagi kebaikan secara teratur melalui amal atau sumbangan sosial lainnya sering terhambat oleh keuangan pribadi yang moderat.


Karena semakin banyak orang yang menderita gangguan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 (pandemi global), urgensi berbagi semakin meningkat. Namun jika situasi ekonomi saat ini juga sedang bergelut dengan pandemi, tentunya ada beberapa cara dalam berbuat amal yang bisa dilakukan. 


1. Ikut menandatangani petisi isu kemanusiaan

Ada banyak masalah kemanusiaan dalam kehidupan publik yang membutuhkan suara mereka untuk memusatkan perhatian para politisi. Anda tidak perlu pergi ke luar untuk melakukan demonstrasi jika Anda ingin mendukung sebuah isu penting. Dengan kemajuan teknologi, kini ada beberapa aplikasi petisi online yang bisa menjadi voice coupler. 


Jadi, jika Anda khawatir tentang masalah kemanusiaan yang membutuhkan suara untuk menarik perhatian politisi, Anda dapat menyumbang dengan menandatangani petisi online. Anda juga dapat mengambil inisiatif dan membuat petisi online untuk membantu Anda mengatasi masalah yang penting bagi kemanusiaan. Ada beberapa petisi online yang berhasil hingga saat ini untuk mendorong perubahan nyata. 


2. Mendaftar jadi volunteer kegiatan sosial

Cara lain untuk melakukan pekerjaan amal tanpa menghabiskan banyak uang adalah dengan mendaftar sebagai sukarelawan dalam pengabdian masyarakat. Ada beberapa organisasi yang menawarkan kesempatan kepada mereka yang ingin berpartisipasi sebagai sukarelawan. Anda dapat memilih sesuai dengan hobi atau preferensi pribadi Anda. 


Misalnya, jika Anda tertarik dengan masalah lingkungan atau perlindungan hewan yang terancam punah, Anda dapat menjadi sukarelawan dengan mendaftar ke organisasi yang menawarkan rescue hewan terlantar. 


3. Berbagi ilmu di media sosial

Apakah Anda memiliki keterampilan atau pengetahuan yang dibutuhkan banyak orang lain? Bagikan pengetahuan atau pengalaman Anda dengan audiens yang lebih luas melalui media sosial. Gunakan media sosial untuk membagikan apa yang Anda kuasai agar lebih banyak orang dapat memperoleh tambahan pengetahuan. Berbagi pengetahuan dan pengalaman Anda di media sosial secara gratis juga termasuk amal yang hebat. Jadi, optimalkan kehadiran media sosial Anda untuk membuat saluran yang berdampak positif bagi orang lain.


4. Menggalang dana sosial untuk korban pandemi, bencana, atau sakit

Akibat Pandemi COVID-19, perekonomian sempat anjlok ke level terendah dalam beberapa kuartal. Banyak orang diberhentikan atau dipecat tanpa dibayar dan kehilangan penghasilan utama mereka. Anda dapat berkontribusi membantu mereka yang terkena dampak pandemi ini dengan menggalang dana sosial. 


Gunakan situs crowdfunding atau aplikasi pendanaan sosial yang terpercaya seperti WeCare untuk membantu mereka yang membutuhkan baik itu karena pandemi, bencana, maupun karena suatu penyakit. 


Donasi yang telah terkumpul melalui WeCare nantinya akan disalurkan secara langsung kepada keluarga pasien, rumah sakit, atau organisasi di mana Anda menyumbangkan dana tersebut. Prosesnya juga sangat mudah dan tentunya terpercaya. Anda bebas donasi online berapapun tanpa ada beban.