Tuesday, October 19, 2021

Pembayaran PPH 23: Penjelasan yang Perlu Diketahui

Tags

 

PPH 23

Membayar pajak merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh warga negara. Hal ini dikarenakan pajak merupakan salah satu penghasilan negara yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan. Nah, salah satu jenis pajak yang diambil adalah PPH. Pada kesempatan ini akan dibahas tentang beberapa hal terkait pembayaran PPH 23.


Anda tentu sudah familiar dengan PPH, bukan?

PPH atau Pajak Penghasilan menjadi salah satu objek pajak dari pemerintah. Dalam hal ini, disesuaikan dengan aturan pemerintah, maka pajak penghasilan tersebut dibagi dalam beberapa pasal yang berbeda, yaitu 21, 22, 23, 24 dan 25. Hanya saja, pasal terkait pajak penghasilan yang akan dibahas pada kesempatan ini adalah pasal 23 saja. 


Sekilas Tentang PPH 23

Sebagaimana disinggung di awal bahwa PPH 23 merupakan salah satu jenis pajak penghasilan yang akan dipungut oleh negara kepada para wajib pajak. Diambil dari pengertian secara resmi, pajak penghasilan atau PPH 23 merupakan pajak yang dipotong atas penghasilan yang berasal dari modal, hadiah, penyerahan jasa dan penghargaan selain yang dipotong dengan aturan PPH 21.


Umumnya, PPH 23 akan digunakan ketika ada transaksi yang terjadi diantara dua pihak yang berbeda. Pihak yang berlaku sebagai penjual atau pihak yang menerika penghasilan atau memberikan jasa akan dikenakan pajak PPH 23. Selain itu, pihak pemberi penghasilan akan melaporkannya ke kantor pajak.


Pihak Terkait Pungutan PPH 23

Dalam penerapan PPH 23, ada dua pihak yang akan terkait, yaitu pihak pemotong PPH 23 dan juga pihak penerima penghasilan yang sudah dikenai pajak tersebut. Tentu, mengetahui pihak yang berkepentingan ini sangat penting karena nantinya penerapan PPH 23 ini bisa dilakukan dengan lebih baik dan lebih tepat.


Adapun pihak pemotong sesuai yang tercantum dalam PPH 23 adalah sebagai berikut:


1) Badan pemerintah

2) Subjek pajak badan dalam negeri

3) Penyelenggaraan kegiatan

4) Bentuk Usaha Tetap (BUT)

5) Perwakilan perusahaan luar negeri lainnya

6) Wajib pajak orang pribadi dalam negeri tertentu yang ditunjuk oleh pemerintah sesuai dengan aturan yang berlaku


Sementara pihak yang akan menerima penghasilan yang dipotong dengan aturan PPH 23 adalah sebagai berikut:


1) Wajib pajak dalam negeri yang bisa berlaku untuk badan atau orang pribadi

2) Bentuk Usaha Tetap atau BUT


Dari beberapa penjelasan dan poin di atas, bisa diketahui pihak-pihak yang boleh melakukan pemotongan terhadap PPH 23. Selain itu, diketahui pihak yang harus melakukan pembayaran PPH 23 dalam transaksi yang sudah dilakukan sebelumnya.


Penghasilan yang Terkena PPH 23

Hal lain berkaitan dengan PPH 23 dan cukup penting untuk diketahui adalah penghasilan yang terkena aturan ini. Tentu, poin ini bisa dikatakan sangat penting agar nantinya Anda bisa mengatur pembayaran pajak dengan lebih baik.


Adapun beberapa penghasilan yang secara langsung terkena pembayaran PPH 23 adalah sebagai berikut:


1) Dividen

2) Bunga, dalam hal ini termasuk diskonto, premium ataupun imbalan yang berhubungan dengan jaminan pengembalian uang

3) Royalti

4) Hadiah, bonus, penghargaan, dan hal lain sejenis yang sudah dipotong dengan aturan pajak penghasilan 

5) Sewa atau penghasilan lain yang berhubungan dengan penggunaan harta

6) Imbalan sehubungan dengan jasa manajemen, jasa teknik, jasa konstruksi, jasa konsultan dan jasa lain yang sudah diatur dengan PPH 


Beberapa hal di atas merupakan apa yang terkait dengan pembayaran PPH 23 yang perlu diketahui dengan baik. Semoga bermanfaat.


This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon